sms 0822.3761.9539 53DC9D6F

Mertua Selalu Merasa Benar

Thursday, March 31st 2016.

Mertua Selalu Merasa Benar

Assalamualaikum…

Sahabat, setahun pertama saya nikah suami belum punya kerjaan, istri yang bekerja dan memenuhi segala kebutuhan, bayar kontrakan, cicil motor, dan makan… semua saya lakukan dengan tulus. Saya waktu itu berpikiran namanya suami istri mana yang punya, ayo kita pake bareng-bareng.

Keadaan itu berubah setelah mertua sepertinya gak terima dengan keadaan, main ke rumah ada aja yang diomong, komputer rongsoklah padahal semua barang bawaan istri, yang masak nasi lembek lah… alhamdulillah sekarang suami sudah kerja, tapi sikap mertua semakin menjadi, lebaran dikasih uang memang gak seberapa, malah teriak-teriak mengharapkan dari adeknya… suami yang mendengar gak bisa ngomong apa-apa, hanya diam katanya takut ibunya marah, bagaimana seharusnya sikap istri? Selama ini hanya bisa diam dan tertekan, bagaimana seharusnya sikap suami, ke sininya saya jadi mengungkit masa lalu yang semuanya saya yang nanggung… terimakasih Ummi.

Wassalamu’alaikum

Nanda (bukan nama sebenarnya)

Jawaban:

Nanda, Kami mengerti bagaimana perasaan istri yang serba salah menghadapi sikap mertua yang kurang pengertian. Namun demikian, kita perlu ingat bahwa orangtua suami kita adalah orangtua kita juga. Apalagi bagi suami, dirinya adalah milik ibunya, sebagaimana hadits:

Diriwayatkan bahwa Aisyah Radiyallaahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wassalam,”Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?” Rasulullah menjawab, “Suaminya” (apabila sudah menikah). Aisyah bertanya lagi, ”Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab, “Ibunya” (HR. Muslim)

Nanda bayangkanlah diri sendiri yang telah mengandung, membesarkan seorang anak laki-laki hingga dewasa, kemudian anak laki-laki tersebut menikahi seorang wanita dan memberikan seluruh hasil kerjanya pada sang wanita tersebut. Bagaimana rasanya jika hal tersebut terjadi pada diri Nanda? Mungkin ada rasa cemburu pada wanita yang telah memiliki hati anak laki-laki Nanda tersebut. Dan tepat seperti itulah kecemburuan yang melanda hati mertua Nanda saat ini.

Menurut Kami, kita sebagai yang lebih muda perlu berempati merasakan perasaan orang yang lebih tua, terutama jika memang perangainya agak kurang baik, jangan sampai kita terpancing untuk memperlakukannya dengan tidak baik juga, bagaimanapun ia adalah orangtua kita sendiri. Sungguh besar ganjaran pahala yang Allah berikan jika kita mau bersabar terhadap perangai buruk orangtua, dan tetap memperlakukannya dengan baik. In syaa Allah di masa mendatang ketika kita memiliki menantu, kita akan mendapat menantu yang memperlakukan kita dengan baik pula.

Saran untuk Nanda, dukunglah suami untuk berbuat baik pada ibunya, tak perlu membuat suami bingung karena istri dan ibunya sama-sama ‘ngambek’ dan minta keinginannya dituruti, tentu hal tersebut akan membuat suami tertekan. Nanda perlu bersyukur jika tidak tinggal seatap dengan mertua, karena banyak istri yang lebih merasa ‘depresi’ akibat tinggal satu atap dengan mertua sendiri. Setidaknya Nanda bisa mengatur urusan rumah tangga sendiri bersama suami tanpa campur tangan mertua.

Satu lagi, biarlah sedekah Nanda pada suami di saat suami tak memiliki pekerjaan dulu mendapat balasan dari Allah, jangan menghilangkan pahalanya karena Nanda mengungkitnya kembali di hadapan suami, dan mungkin membuat suami rendah diri di hadapan Nanda.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 264)

“Ada tiga golongan di hari kiamat di mana Allah tidak berbicara, tidak melihat dan tidak pula mensucikan mereka dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih, yakni orang yang melabuhkan sarungnya hingga telapak kaki, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya dan orang yang menawarkan dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim)

Demikianlah, semoga masukan Kami ini berkenan di hati Nanda dan bisa menambah perbaikan dalam rumah tangga Nanda. Aamiin.

Produk terbaru

Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeJacquard Jannet
Nama BarangJacquard Jannet
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp (Hubungi CS)
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeAbaya Airha
Nama BarangAbaya Airha
Harga Rp (Hubungi CS)
Lihat Detail
Rp 2.175.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Hitam
Nama BarangGulzar Hitam 1404
Harga Rp 2.175.000
Lihat Detail
Rp 1.980.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Mint
Nama BarangGulzar Mint
Harga Rp 1.980.000
Lihat Detail
Rp 1.980.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Red
Nama BarangGulzar Red
Harga Rp 1.980.000
Lihat Detail
Rp 1.980.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Merah
Nama BarangGulzar Merah
Harga Rp 1.980.000
Lihat Detail
Rp 1.980.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Biru
Nama BarangGulzar Biru
Harga Rp 1.980.000
Lihat Detail
Rp 1.870.000
Order Sekarang » SMS : 0822.3761.9539
ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
KodeGulzar Cream
Nama BarangGulzar Cream
Harga Rp 1.870.000
Lihat Detail
0822.3761.9539
53DC9D6F